Flickr

Kamis, 17 Maret 2016

Gaya Belajar Manusia



Pengertian Gaya belajar

Gaya belajar siswa merupakan kunci untuk mengembangkan kinerja dalam belajar.  Setiap manusia tentu  memiliki  gaya  belajar  yang  berbeda. Mengetahui  gaya  belajar yang  berbeda  ini  dapat membantu  para  guru  dalam menyampaikan bahan pembelajaran kepada semua  siswa didiknya sehingga hasil belajar akan lebih efektif.

Menurut  Bobbi  De Porter  dan  Mike  Hernacki dalam bukunya Quantum Learning halaman  110-111 : "gaya  belajar  adalah kombinasi  dari  bagaimana  ia  menyerap dan  kemudian  mengatur  serta mengolah  informasi”.

Sedangkan  menurut  James  dan  Gardner dalam bukunya “Gaya belajar’ halaman 42 “gaya belajar adalah cara  yang kompleks dimana para siswa menganggap dan  merasa  paling  efektif  dan  efisien  dalam  memproses,  menyimpan  dan memanggil kembali apa yang telah mereka pelajari”.

Dunn dan Dunn dalam bukunya Psikologi  Pendidikan (Sugihartono: 2007:53 menjelaskan  bahwa  :  “gaya  belajar merupakan kumpulan  karakteristik  pribadi  yang  membuat  suatu  pembelajaran  efektif untuk  beberapa  orang  dan  tidak  efektif  untuk  orang  lain”. Berati  gaya belajar berhubungan  dengan  cara  anak  belajar,  serta  cara  belajar  yang paling disukai. 
Menurut  Nasution dalam bukunya Berbagai  Pendidikan  dalam  Proses  Belajar  Mengajar,  ( 2009:94) gaya  belajar  adalah  cara  yang  konsisten  yang dilakukan  oleh  seorang  murid  dalam  menangkap  stimulus  atau  informasi,
cara  mengingat,  berfikir  dan  memecahkan  soal

Berdasarkan beberapa definsi di atas, Gaya belajar dapat disimpulkan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan tingkat penerimaan yang optimal dibandingkan dengan cara yang lain. Setiap orang memiliki gaya belajar masing-masing. Pengenalan gaya belajar sangat penting. Bagi guru dengan mengetahui gaya belajar tiap siswa maka guru dapat menerapkan tehnik dan strategi yang tepat baik dalam pembelajaran maupun dalam pengembangan diri. Hanya dengan penerapan yang sesuai maka tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Seorang siswa juga harus memahami jenis gaya belajarnya. Dengan demikian, ia telah memiliki kemampuan mengenal diri yang lebih baik dan mengetahui kebutuhannya. Pengenalan gaya belajar akan memberikan pelayanan yang tepat terhadap apa dan bagaimana sebaiknya disediakan dan dilakukan agar pembelajaran dapat berlangsung optimal. 

Jenis atau Tipe Gaya belajar siswa
Secara realita jenis gaya belajar manusia merupakan kombinasi dari beberapa gaya belajar. Di sini kita mengenal ada tiga gaya belajar, yaitu: gaya belajar visual, auditori, dan kinetetik. Masing-masing gaya belajar terbagi dua, yaitu: yang bersifat eksternal (tergantung media luar sebagai sumber informasi) dan yang bersifat internal (tergantung pada kemampuan kita bagaimana mengelola pikiran dan imajinasi) (Didang, 2006). 

Gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran (Slamento,2003).

Sedangkan dalam buku Quantum Learning, gaya belajar sesorang hanya dibagi dalam 3 jenis atau modalitas belajar seseorang yaitu : 
1)Gaya belajar kinestetik atau 
2)Gaya belajar visual atau 
3)Gaya belajar auditori . 

Ketiga gaya belajar tersebut dikenal dengan istilah VAK. Dalam prakteknya masing-masing dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modalitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya.

Gaya Belajar Siswa Tipe Visual

1. Visual (belajar dengan cara melihat)
Gaya belajar visual (visual  learner)  menitik beratkan  ketajaman mata/penglihatan.  Artinya,  bukti-bukti  konkret  harus  diperlihatkan terlebih  dahulu  agar  siswa  paham.  Ciri-ciri  siswa  yang  memiliki gaya  belajar  visual  adalah  kebutuhan  yang  tinggi  untuk  melihat dan  juga  menangkap  informasi  secara  visual  sebelum  mereka memahaminya.

Siswa  dengan  gaya  belajar  visual lebih  mudah  mengingat  apa yang  mereka  lihat,  seperti  bahasa  tubuh/ekspresi  muka  gurunya, diagram,  buku  pelajaran  bergambar  dan  video,  sehingga  mereka  bisa mengerti  dengan  baik  mengenai  posisi/lokasi,  bentuk,  angka,  dan warna. Siswa  visual  cenderung  rapi  dan  teratur  dan  tidak  terganggu dengan  keributan  yang  ada,  tetapi  mereka  sulit  menerima instruksi verbal.

Siswa  yang  memiliki  gaya  belajar  visual  menangkap  pelajaran lewat  materi  bergambar.  Selain  itu,  ia  memiliki  kepekaan  yang  kuat terhadap  warna,  disamping  mempunyai  pemahaman  yang  cukup terhadap  masalah  artistik.  Hanya  saja  biasanya  ia  memiliki  kendala untuk  berdialog  secara  langsung  karena  terlalu  reaktif  terhadap  suara, sehingga  sulit  mengikuti  anjuran  secara  lisan  dan  sering  salah menginterpretasikan kata atau ucapan.

Ketajaman  visual,  lebih  menonjol  pada  sebagian  orang,  sangat kuat  dalam  diri  seseorang.  Alasannya  adalah  bahwa “di  dalam  otak terdapat  lebih  banyak  perangkat  untuk  memproses  informasi  visual daripada semua indera lain”.  Sedangkan menurut objeknya “masalah penglihatan digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu melihat bentuk, melihat dalam dan melihat warna”.

a) Ciri-ciri gaya belajar visual :
1)       Bicara agak cepat
2)       Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
3)       Tidak mudah terganggu oleh keributan
4)       Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
5)       Lebih suka membaca dari pada dibacakan
6)       Pembaca cepat dan tekun
7)       Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
8)       Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
9)       Lebih suka musik dari pada seni
10)    Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya

b) Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :
1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.


Gaya Belajar Siswa tipe Auditori

2. Gaya belajar Auditori (belajar dengan cara mendengar)
Gaya  belajar  auditori  mempunyai  kemampuan  dalam  hal menyerap informasi dari telinga/pendengaran. Siswa yang mempunyai gaya belajar  auditorial dapat belajar lebih cepat  dengan menggunakan diskusi  verbal  dan  mendengarkan  apa  yang  guru  katakan.  Siswa auditorial memiliki kepekaan terhadap musik dan baik dalam aktivitas lisan,  mereka  berbicara  dengan  irama  yang  terpola,  biasanya pembicara yang fasih, suka berdiskusi dan menjelaskan segala sesuatu panjang  lebar.  Siswa  dengan  tipe  gaya  belajar  ini  mudah  terganggu dengan keributan dan lemah dalam aktivitas visual.

Metode pembelajaran yang tepat untuk pembelajar model seperti ini  harus  memperhatikan  kondisi  fisik  dari  pembelajar.  Anak  yang mempunyai  gaya  belajar  auditori  dapat  belajar  lebih  cepat  dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Pikiran auditori kita lebih kuat daripada  yang kita sadari. Telinga kita terus menerus  menangkap dan  menyimpan informasi auditori, bahkan tanpa  kita  sadari.  Dan   “ketika  kita   membuat   suara  sendiri  dengan  berbicara, beberapa area penting di otak kita menjadi aktif”.

a. Ciri-ciri gaya belajar auditori :
1)       Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
2)       Penampilan rapi
3)       Mudah terganggu oleh keributan
4)    Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
5)       Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
6)  Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
7)       Biasanya ia pembicara yang fasih
8)       Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
9)       Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
10)    Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
11)    Berbicara dalam irama yang terpola
12)   Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara

b) Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannyasebelum tidur.

Gaya Belajar Siswa Tipe Kinestetik

3. Gaya belajar Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Gaya  belajar  kinestetik  merupakan  aktivitas  belajar  dengan  cara bergerak,  bekerja  dan  menyentuh.  Pembelajar  tipe  ini  mempunyai keunikan  dalam  belajar  yaitu  selalu bergerak, aktivitas panca indera,  dan  menyentuh.  Pembelajar  ini  sulit  untuk  duduk  diam berjam-jam karena  keinginan  mereka  untuk  beraktifitas dan  eksplorasi  sangatlah kuat. Mereka merasa  bisa  belajar  lebih  baik  jika  prosesnya  disertai kegiatan  fisik. Siswa  dengan  tipe  ini  suka  coba-coba  dan  umumnya kurang rapi serta lemah dalam aktivitas verbal.

a) Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
  1.       Berbicara perlahan
  2.       Penampilan rapi
  3.       Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
  4.       Belajar melalui memanipulasi dan praktek
  5.       Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  6.       Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  7.       Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  8.      Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
  9.       Menyukai permainan yang menyibukkan
  10.      Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
  11.     Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

b) Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:
1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.

0 komentar:

Posting Komentar